Tampilkan postingan dengan label qurban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label qurban. Tampilkan semua postingan

20 November 2010

Sepotong Daging, Sepotong Surga

Foto: Musiron/Republika
REPUBLIKA.CO.ID, Anak itu tidak mati digorok ayahnya. Ia justru jadi seorang mulia sebagaimana sang ayah. Begitu mulia hingga nama keduanya terus disebut-sebut. Bahkan, hingga 4.000 tahun kemudian setelah lewat masa hidupnya. Mereka adalah Ismail dan Ibrahim, rasul kekasih Allah SWT. Mereka menjadi sarana Tuhan untuk mengajar manusia: sepotong daging bisa menjadi jalan ke surga.
Gambaran surga dari sepotong daging terlihat di pelataran Masjid Istiqlal, kemarin. Juga, di pelataran masjid-masjid lain di seluruh dunia. Lihatlah wajah orang-orang yang antre di sana. Harga daging jelas tidak seberapa. Di pasar, hanya sekitar Rp 55 ribu sekilo. Daging bercampur tulang pasti lebih murah.

Daging tak seberapa itu telah membuat berjuta wajah manusia berseri. Daging itu begitu berharga buat mereka. Apa imbalan terpantas bagi yang membuat berseri wajah kaum miskin, selain surga? Berkurban seperti bukan hal istimewa. Sekadar menyisihkan uang untuk membeli sapi atau kambing untuk dipotong. Dagingnya dibagikan kepada fakir miskin.

Saban tahun, setiap Idul Adha, umat Islam melakukannya. Semua tahu itu. Tak ada yang baru. Tapi, perhatikan betul fenomena pembagian daging kurban. Cermati wajah-wajah mereka--penerima daging kurban. Ada pelajaran luar biasa yang dapat dipetik dari fenomena kurban.

Setidaknya, itu yang saya rasakan pada Idul Adha kali ini. Saya tahu, di sekitar kita banyak warga miskin. Sehari-hari, saya juga selalu berinteraksi dengan orang miskin, baik itu di lingkungan rumah maupun tempat kerja. Data statistik juga menunjukkan jumlah absolut warga miskin Indonesia masih besar. Berlipat kali total penduduk Brunei tentu. Tapi, saya tak menduga, warga miskin benar-benar sangat banyak.

Besar kerumunan warga yang menerima daging kurban di Istiqlal, misalnya, sangat mencengangkan. "Di Jakarta, yang pusat kekuasaan saja, masih begitu banyak orang miskin. Apalagi di daerah," kata seorang teman. Negeri ini negeri makmur. Kekayaan alamnya berlimpah ruah. Semestinya seluruh rakyatnya relatif sejahtera. Apalagi, kita sudah 65 tahun merdeka.

Jika ternyata masih terdapat begitu banyak warga miskin--yang sepotong daging pun buat mereka sedemikian berharga--tentu ada yang keliru dalam mengelola negeri ini. Kekeliruan itu bukan salah satu-dua orang. Kekeliruan itu tentu salah banyak orang. Maka, seluruh bangsa ini perlu turun tangan untuk lebih peduli memperbaiki keadaan. Setidaknya, itulah salah satu pelajaran dari ibadah kurban.

Berkurban bukan sekadar menyembelih sapi atau kambing. Berkurban juga mencakup kerelaan sepenuh hati memberi perhatian dan membantu sesama. Ibadah kurban setahun sekali dengan menyembelih hewan merupakan sarana pengingat agar kita--setiap saat dan setiap keadaan--selalu siap berkurban untuk kebaikan bersama. Hanya orang-orang yang siap berkurban bisa menjadi benar-benar mulia. Itu yang ditunjukkan Nabi Ibrahim dan Ismail. Hanya bangsa-bangsa siap berkurban yang dapat menjadi bangsa mulia sejati.

Kerelaan berkurban pada era materialistis sekarang terasa menipis. Dalam melangkah, kita cenderung makin mengabaikan pertimbangan `apa yang terbaik bagi semua'. Kita cenderung mengedepankan `apa untung saya' walaupun kadang dengan merugikan orang lain, termasuk merugikan masyarakat luas. Sikap seperti itu sangat meluas. Bahkan, di kalangan para pejabat dan tokoh sekalipun. Wajar bila kemiskinan bukan teratasi, melainkan malah menahun.

Berkurban mengingatkan kita semua atas hal itu. Berkurban mengingatkan begitu banyak orang tak mampu. Semestinyalah kita terdorong berbuat membantu mereka sesuai kapasitas masing-masing. Apalagi bila kita berkuasa serta mampu mengarahkan kebijakan publik. Dengan semangat berkurban, semestinya seluruh bangsa bahumembahu mengatasi kemiskinan. Sebuah langkah, yang bila kita jalankan secara sungguh-sungguh, akan berhadiahkan sepotong surga. Tidakkah kita mengharap surga sebagai ujung perjalanan di dunia ini?
Red: irf
Rep: Zaim Uchrowi
Sumber: http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/khazanah/10/11/19/147810-sepotong-daging-sepotong-surga


14 November 2010

Seputar Filosopi Qurban

1. Definisi :
Qurban merupakan suatu aktivitas ibadah masyarakat Muslim dalam bentuk penyembelihan hewan ternak pada hari raya Idul Adha yang tatacaranya diatur menurut kaidah syariah Islam.
2. Karakteristik Qurban :
• Qurban identik dengan pemotongan hewan ternak yang disyaratkan Syariah Islam
• Dilaksanakan mengiringi perayaan hari raya Idul Adha
• Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya Istimewa bagi kaum Muslimin karena merupakan perayaan paling akbar, paling besar, sehingga sering disebut sebagai Raya Agung, meskipun hari raya idul Fitri sering dirayakan lebih meriah
• Dilakukan setiap satu tahun satu kali pada bulan Zulhijah, pada tanggal 10,11,12, dan 13
• Dilaksanakan setelah Wukuf di Padang Arafah yang merupakan salah satu ritual terpenting dalam rangkaian ibadah Haji
• Qurban bisa dilakukan atas nama individu, meskipun juga bisa dilakukan secara bersama-sama
3. Urgensi Qurban
• Qurban adalah produk Syariah Islam yang mengadung konsekuensi mengikat setiap Muslim untuk menjalankanya jika mampu sebagai sunah mu’aqad (dikuatkan, ditekankan untuk dilaksanakan, hampir menyamai ibadah wajib)
• Adanya syariah Qurban dalam Islam merupakan salah satu bentuk dan wujud kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil’alamin, membawa rahmat univeral untuk semua manusia.
• Ibadah Qurban merupakan salah satu furqon, pembeda, yang menegaskan keunikan dan keunggulan Islam dibandingkan dengan ajaran dan agama apapun
• Melaksanakan Qurban adalah ibadah sekaligus syiar da’wah Islamiyah
4. Fungsi Qurban
a. Sebagai Ibadah ritual :
•Qurban merupakan simbol penghambaan seorang Muslim kepada sang khaliq,
•Qurban merupakan tanda kemukminan seorang muslim sejati, Muslin taat, Muslim taqwa
•Qurban merupakan wujud rasa syukur seorang Muslim kepada Allah SWT sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada sesama
•Qurban merupakn sarana menuju kesempurnaan ibadah dan ketaqwaan seorang Muslim
•Salah satu pahala ibadah Qurban adalah bahwa dari setiap helai bulu ternak Qurban adalah kebajikan bagi sang pequrban
• Jika dari setiap ternak terdapat sejuta helai bulu, maka sejuta kebajikanlah yang akan diraih oleh sang pequrban
•Sedemikian besarnya pahala ibadah Qurban, sehingga sepatutnya setiap Muslim akan berusaha dengan segala kemampuanya untuk bisa menunaikannya
b. Sebagai Syi’ar Dawah Islamiyah :
• Aktivitas Qurban adalah salah satu bentuk Syiar Dawah Islamiyah,
• Sedangkan berda’wah merupakan kewajiban setiap Muslim kapanpun dan dimanapun
• Melalui Qurban umat Islam bisa menunjukkan nilai-nilai dan keagungan Islam kepada umat manusia
• Qurban sejatinya adalah kesediaan setiap Muslim untuk peduli kepada orang lain
• Qurban adalah sarana da’wah masyarakat Muslim, bukan sekedar acara ritual belaka
• Qurban sebagai instrumen da’wah inilah yang menjadi salah satu kepentingan kita mengelola Qurban lebih profesional
• Saat ini pengelolaan Qurban masih terkesan hanya sekedar agenda serimonial, kalaupun ada lembaga khusus yang menangani Qurban sekalanya masih sangat terbatas, bersifat lokal atau nasional dengan kemampuan menghimpun pequrban dalam jumlah kecil jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat Muslim
• Hal ini bukan saja karena masyarakat Muslim melakukan QURBAN secara tradisionil, sendiri-sendiri saja, tetapi bisa juga disebabkan oleh profesionalitas lembaga pengelola QURBAN yang masih lemah selain jumlahnya juga terbatas
• Sehingga hasilnya tak cukup signifikan untuk menjadikan Qurban ini sebagai alat propaganda da’wah yang fundamental, meluaskan syiar Islamiyah.
c. Fungsi Sosial Qurban :
• Qurban merupakan salah satu bentuk ibadah berdimensi sosial dalam Islam
• Ibadah qurban merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial masyarakat Muslim kepada sesamanya
• Ibadah qurban merupakan sarana pengokohan manusia sebagai mahluk sosial, karena qurban pastilah ditujukan untuk orang lain
• Qurban merupakan sarana untuk melatih kesucian jiwa, melatih kepekaan dan kepedulian sosial
• Sehingga Qurban bisa merupakan sarana yang efektif untuk membangkitkan solideritas sosial,
• Qurban juga bisa menjadi sarana untuk membangun dan mengokohkan persaudaraan antar sesama,
• Qurban bisa berfungsi sebagai salah satu bentuk instrumen jaminan sosial dalam Islam
• Dan yang paling penting Qurban haruslah menjadi sarana untuk melatih kedermawanan (filontrofy), sehingga bisa berperan sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan, bisa berperan untuk membangun kesejahteraan.
d. Fungsi ekonomi Qurban
• Qurban identik dengan ternak, tidak bisa dipisahkan dengan hewan ternak
• Ternak, apapun jenisnya, merupakan asset ekonomi
• Sehingga ibadah qurban sejatinya juga merupakan aktivitas ekonomi
• Aktivitas ekonomi merupakan sumber kesejahteraan masyarakat
• Aktivitas ekonomi haruslah merupakan proses yang terorganisir
• Proses ekonomi juga merupakan proses transaksi
• Proses transaksi adalah proses manajemen, proses kompetisi
• Ternak sebagai asset ekonomi merupakan salah satu sasaran, tujuan, dan target dari ibadah qurban.
• Jadi fungsi ekonomi Qurban adalah memperkuat asset ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat.
5. Hambatan/permasalahan seputar pengelolaan qurban :
• Lemahnya pemahaman masyarakat Muslim terhadap Islam, termasuk didalamnya seluk beluk tentang qurban
• Kurangnya sosialisasi tentang qurban kepada masyarakat
• Kemiskinan yang mendera masyarakat Muslim, sehingga mayoritas masyarakat Muslim tidak memiliki kemampun berqurban
• Sementara kelas menengah atas Muslim, masih sangat terbatas yang memiliki kesadaran ber-Islam. Mereka umumnya merupakan kaum sekuleris, hedonis, dan kurang peduli.
• Pelaksanaan qurban masih tradisional, belum teroragnisir dengan baik.
• Lembaga yang khusus menangani qurban masih sangat terbatas
• Lembaga pengelola qurban masih belum profesional : pengelolaanya masih belum cukup serius, masih temporer belum dikelola secara reguler, SDM pengelolanya bekerja alakadarnya, bukan SDM pilihan yang profesional.
• Belum ada lembaga pengelola qurban yang benar-benar dipercaya publik
• Pengelolaan qurban melalui lembaga masih merupakan paradigma baru, eksperimen baru
• Dan fungsi Qurban sebagai alat syiar da’wah yang signifikan hanya akan berhasil jika qurban dikelola secara terorganisir melalui kelembagaan
• Jadi mengelola qurban melalui lembaga adalah solusi
QURBAN DAN HUMANITY
• Humanity padanan katanya adalah kemanusiaan
• Makna humanity berkaitan erat dengan nilai-nilai, perasaan, dan tanggungjawab manusia atas manusia lainya baik dalam sekala individu maupun komunitas mikro maupun makro
• Nilai-nilai dan perasaan humanity merupakan prinsip dasar (fitrah) setiap manusia sekaligus menjadikanya sebagai ukuran moral hidup manusia
• Perasaan “kemanusiaan” adalah anugerah dan modal hidup manusia untuk eksis
• Manusia yang tidak memiliki atau hilang rasa kemanusiaanya adalah bukan manusia sejati, bahkan akan menjadikanya sebagai sumber biang permasalahan kemanusiaan itu sendiri.
• Humanity haruslah menjadi sebuah harmoni, bukan sebaliknya.
• Semua perbuatan destruktif manusia akan menyebabkan hilangnya harmoni itu
• Oleh karena itu menegakkanya adalah tugas dan tanggunjawab setiap manusia
• Fungsi humanity bersifat universal, berlaku umum : bisa dijalankan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun
• Mengatasi atas gangguan terhadapnya adalah tugas bersama kita sebagai manusia
• Tanggungjawab kemanusiaan manusia atas manusia lainya adalah ibadah, menjadi ukuran posisi dan derajat manusia dihadapan Tuhanya.
• Oleh karena itu Qurban sebagai ibadah sosial bisa menjadi solusi untuk membantu membangun harmoni kemanusiaan, membantu mengatasi problem kemanusiaan yang saat ini melanda umat manusia berupa kemiskinan, konflik, bencana alam, ketidakadilan, keserakahan, kesenjangan, dan berbagai permasalahan kemanusiaan lainya.
• Dan kondisi seperti inilah yang menjadi alasan dan motivasi penting bagi kita untuk mengelola program qurban ini dengan harapan QHS bisa menjadi kontributor dan solusi atas problem kemanusiaan.
QURBAN DAN SOLIDARITAS
• Qurban berkaitan erat dengan solidaritas
• Solidaritas sejatinya merupakan salah satu tujuan dari ibadah Qurban
• Solidaritas merupakan perwujudan dari ibadah Qurban
• Solidaritas adalah cerminan sikap, akhlak, dan moral
• Solidartas merupakan parameter, prinsip, dan fitrah kemanusiaan
• Solidaritas adalah nilai, karakter, dan budaya
• Solidaritas adalah solusi berbagai persoalan sosial-kemanusiaan
• Solidaritas bisa menjadi instrumen dalam memperkuat kebersaman, kepedulian, toleransi, dan perdamaian
• Dunia saat ini dihadapkan pada persoalan kurangnya solidaritas antar bangsa
• Masyarakat yang tidak solider adalah masyarakat yang berpenyakit
• Berbagai permasalahan sosial kemanusiaan yang mendera masyarakat dunia saat ini diantaranya disebabkan karena hilangnya jiwa solider ini dari hati manusia
• Masyarakat yang solider adalah masyarakat yang peduli, masyarakat yang berlaku adil, tidak serakah, dan masyarakat yang damai.
• Dan salah satu tujuan dari program qurban itu adalah membangun budaya solider masyarakat
by : aksicepattanggap.com
Sumber: http://riolawe.multiply.com/journal/item/54


10 November 2010

Risalah Qurban


A. Pengertian Qurban

Kata kurban, berasal dari bahasa Arab "qurban" dari kata: qaruba (fi’il madhi) – yaqrabu (fi’il mudhari’) qurban wa qurbaanan (mashdar).Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984). Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepadaAllah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972) 
B. Dalil Berqurban
a. "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah" . (QS.Al Kautsar:2).
b. ”Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur” ( Al Hajj: 36)
C. Hukum Berqurban
Ibadah qurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat ditekankan). Bagi yang mampu melakukannya, lalu meninggalkan ibadah itu, maka ia dihukumi makruh. Berdasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, bahwa Nabi SAW. pernah berqurban dua kambing kibasy yang sama-sama berwarna putih kehitam-hitaman, bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelih qurban tersebut, dan membacakan nama Allah serta bertakbir (waktu memotongnya).
D. KEUTAMAAN DAN MANFAAT KURBAN
1. Amalan yang terbaik.
Rasulullah SAW bersabda: ”Tidaklah ada amalan Ibnu Adam pada Hari Raya Adha yang lebih dicintai oleh Allah SWT, selain mengeluarkan darah (menyembelih hewan kurban). Sesungguhnya hewan itu akan datang pada Hari Kiamat nanti lengkap dengan tanduk, kulit dan bulunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan diterima Allah SWT sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah hatimu dalam melakukannya”. (HR Ibnu Majah).
2. Kebaikan yang berlipat.
Diriwayatkan dari Imam Ahmad diceritkan, Para sahabat bertanya kepada rasulullah ’ Apakah maksud kurban ini”? beliau menjawab, ”sunnah bapakmu, Ibrahim. Mereka bertanya, ”apakah hikmah bagi kita’?” Belia menjawab, ’Setiap rambutnya akan mendatangkan satu kebaikan”. Mereka bertanya lagi,’Apabila binatang itu berbulu?” Beliau menjawab,”Pada setiap rambut dari bulunya akan mendatangkan kebaikan”.
3. Pembuktian ketawqaan dan kecintaan kepada Allah swt
“ Sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah daging-dagingnya yang kamu bagikan, tidak juga darah-darahnya yang terpancar , tetapi yang dapat mencapainya adalah ketakwaan yang meresap dan lahir dari lubuk kalbu dan yang mendorong kamu mendekatkan diri kepada Allah ) Q.S. Alhaj [22]: 37.
4. Pembuktian rasa syukur atas rezeki dan karunia yang banyak dari Allah.
“Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah sholat kepada robbmu dan sembelilah hewan kurban ( Al Kautsar: 1-2).
5. Syiar Islam dan Kepedulian Sosial
“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur” ( Al Hajj: 36)
E. Udhiyah (Binatang Qurban)
Binatang yang boleh diqurbankan adalah unta, sapi dan kambing. Selain ketiga itu tidak diperbolehkan (QSAI Hajj (22) : 34). Dianggap memadai berqurban dengan domba yang berumur setengah tahun, kambing jawa yang berumur satu tahun, sapi yang berumur dua tahun, unta yang berumur lima tahun.
F. Waktu penyembelihan
Waktu penyembelihan hewan qurban adalah setelah shalat idul Adha dan hari-hari tasyriq
tanggal 1I, 12, 13 Dzulhijjah) dalam rangka mendekatkan diri (taqarrub) kepadaAllah SWT
G. Bergabung Dalam Berqurban
Di dalam berqurban dibolehkan bergabung, jika binatang qurban berupa unta atau sapi, yakni untuk tujuh orang. Diriwayatkan oleh jabir radhiyal ahu anhu, ia berkata, Kami menyembelih qurban bersama dengan Nabi di Hudaibiyah,seekar unta untuk tujuh orang, begitu juga sapi. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi).(Saif)
Sumber : http://harrie.cybermq.com/post/detail/8016/risalah-qurban


24 Oktober 2008

Qurban super barokah 1429 H


Menerima titipan Qurban untuk disalurkan di daerah miskin dan terpencil
yang tersebar di wilayah Kab. Garut dan sekitarnya.
kirimkan partisipasi anda ke alamat :

Pusat Zakat Umat (PZU) Kantor Perwakilan Garut,


Jl. Guntur Melati No. 13 Ds. Haurpanggung
Kec. Tarogong Kidul Garut 44151
Line Telepon : 0262-4736022
0811 2222 502

insya Allah Qurban anda menjadi lebih Bermakna .......